| |

Dreambook, mengenali impian kita

Memvisualisasikan impian adalah langkah paling dasar dalam membangun semua bisnis. Karena dengan mampu melihat secara jelas gambaran akan apa yang kita peroleh pada akhir proses maka kita mampu untuk tetap commit/bertahan menjalani proses yang dituntut oleh bisnis yang bersangkutan. Disini kita akan belajar bagaimana memvisualisasikan impian kita dan menjadikannya sebagai peningkat motivasi kita dan group kita, melalui fitur k-linkpwr.co.cc yang bernama DreamBook.





































Mengenali impian kita
“Apa impian anda ?” pertanyaan yang cukup sederhana tapi mungkin akan cukup sukar bagi kita untuk menjawabnya, Kenapa kita sukar menjawab ? karena pada dasarnya kita tidak jelas mengetahui apa impian kita. Mungkin kita bisa menjawab, “saya ingin kaya”, tapi bagaimana menjelaskan kaya tersebut, atau mungkin kita menjawab “saya ingin membahagiakan keluarga saya”, tapi sekali lagi bagaimana tolak ukur keluarga kita akan menjadi bahagia kadang kita sendiri tidak mengetahui-nya. Untuk itulah kita perlu memvisualisasikan impian kita ke bentuk terdetail yang bisa kita kenali, sehingga bisa melecut semangat kita untuk mencapainya dan juga mengetahui seberapa jauh atau dekat proses pencapaian kita dengan target yang kita inginkan.
S-M-A-R-T Dream
Untuk memvisualisasikan impian kita, maka kita perlu mengenal konsep S-M-A-R-T. Yaitu karakteristik-karakteristik yang perlu dimiliki oleh impian yang akan kita visualisasikan tadi.
(S)pesifik
Impian yang kita miliki haruslah detail, kita harus menggali sampai sedetail mungkin tentang impian yang ingin kita capai. Informasi semisal “ingin membahagiakan orang tua”, “menyiapkan dana pendidikan anak”, “membeli rumah”, masih terlalu umum, kita masih bisa untuk menggali lebih jauh lagi tentang impian-impian tersebut sehingga nantinya kita akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas, kita bisa bertanya pada diri kita sendiri untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, misal:
  • Apa yang membuat orang tua saya bahagia ? bagaimana mendapatkannya ? berapa lebih kurang biayanya ?
  • Pendidikan dimana ? berapa biayanya ? berapa lama ?
  • Bagaimana bentuknya ? seberapa besar ? seberapa luas ? dimana lokasinya ?
  • Dan lain-lain
(M)easurable – Terukur
Berikutnya adalah impian kita harus mempunyai tolak ukur, sehingga kita bisa mengetahui seberapa jauh dan dekat proses yang kita lakukan untuk mencapai impian tersebut. Tolak ukur ini akan lebih mudah untuk dicapai apabila kita bisa mendefinisikan impian kita secara jelas pada langkah pertama. Beberapa tolak ukur sebuah impian yang umum adalah:
  • Berapa biayanya ?
  • Apa syarat-syarat lain yang diperlukan ?
  • Kemampuan kita secara non-finansial yang diperlukan ?
(A)ttainable – Bisa dicapai
Sifat ketiga dari impian yang kita miliki adalah sesuatu yang bisa kita capai. Untuk itu selain memiliki sebuah impian, kita juga harus mampu mengetahui dan memiliki rencana bagaimana untuk mendapatkan impian tersebut.
(R)ealistis
Impian kita juga harus bersifat realistis, maksudnya adalah sebuah impian harus melambangkan sesuatu yang kita (sebagai pemilik impian) mau dan mampu untuk melakukan rencana yang telah disusun untuk memperoleh impian tersebut. Kita harus bersedia untuk mengembangkan sikap, kemampuan, keahlian dan kapasitas keuangan kita untuk mendukung proses pencapaian tersebut.
(T)imely bound – memiliki target waktu
Yang terakhir yang perlu kita catat tentang impian kita adalah kita harus memiliki target waktu yang layak untuk mencapainya. Target waktu ini bisa dengan mudah diketahui apabila kita sudah memiliki rencana yang jelas tentang proses pencapaian impian tersebut.
Dengan adanya target waktu terhadap impian, kita akan termotivasi untuk melakukan proses pencapaian sesuai dengan rencana yang disusun.

0 komentar:

Posting Komentar